AKHLAK ISLAMI HIASAN INDAH DALAM SEBUAH KEHIDUPAN
Akhlak dan adab dalam agama
ini memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla dan
rasul-Nya Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Tidaklah Rasulullah Shallahu
‘alaihi wa Sallam diutus ke dunia ini kecuali sebagai penyempurna
akhlak atau budi pekerti yang mulia, sebagaimana Rasulullah Shallahu
‘alaihi wa Sallam bersabda
»إنما
بعثت لأتمم مكارم الأخلاق »
”
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad dishahihkan oleh
Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no.45)
Dengan akhlak dan adab yang mulia inilah
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam menghiasi hidupnya dalam rumah
tangganya, keluarga, di hadapan shahabatnya, dan di hadapan umat secara
umum. Termasuk para pembesar-pembesar Quraisy yang kafir ketika saat
itu, beliau menyikapi mereka di atas koridor akhlak dan adab yang mulia.
Sebuah pengakuan yang begitu indah dari
shahabat Anas bin Malik t sebagaimana telah disebutkan oleh Al-Imam
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya:
“Aku
telah berkhidmat (menjadi pelayan) Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa
Sallam selama 10 tahun, beliau tidak pernah mengatakan kepadaku “ah”
dan tidak pernah bertanya jika aku telah melakukan sesuatu ‘kenapa kamu
melakukannya?’, dan pada sesuatu yang tidak pernah aku lakukan beliau
tidak mengatakan ‘mengapa kamu tidak melakukannya?’ Rasulullah Shallahu
‘alaihi wa Sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya” (HR. Al-Bukhari no. 3561/Muslim
no. 2309)
Hal
tersebut merupakan rahmat dan karunia dari Allah ‘Azza wa Jalla yang
telah diberikan kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, sehingga
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan besarnya rahmat yang telah
diberikan-Nya, sebagaimana firman-Nya :
“Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah
lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
kasar niscaya mereka akan menjauh dari sekelilingmu, maka maafkanlah
mereka dan mohonkan ampun untuk mereka serta bermusyawarahlah dalam
urusan itu. Kemudian apabila kamu telah betekad bulat, maka
bertawakallah! Karena sesungguhmya Allah menyukai orang-orang yang
bertawakkal kepada-Nya” (Ali Imran: 159)
Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khatthab berkata; “Aku
menjumpai sifat Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dalam
kitab-kitab terdahulu, bahwa beliau tidak pernah berkata kasar, kotor,
dan tidak pula berteriak-teriak di pasar serta tidak membalas perbuatan
jelek dengan kejelekan, sebaliknya beliau sangat pemaaf“ ( Tafsir Ibnu Katsir 1/516)
Demikianlah akhlak manusia termulia
ini. Tidak ada perkara yang lebih indah dalam sebuah kehidupan jika
terwarnai dengan kemuliaan akhlak dan budi pekerti, rasa cinta dan kasih
sayang, keharmonisan akan terjalin dalam rumah tangga jika setiap
individu atau umat Islam menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia.
Wallahu A’lam Bishshawab
http://madrasahalajurumiyah.wordpress.com/2009/12/22/khlak-islami-hiasan-indah-dalam-sebuah-kehidupan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar